Beranda Adventure Oprek trail adventure, Ubah Rangka Gak Boleh Asal

Oprek trail adventure, Ubah Rangka Gak Boleh Asal

84

Otocorner.com – Demam trail saat sekarang sedang mewabah di Indonesia. Banyak para penggemar motor garuk tanah yang tidak mau membeli motor baru malah memodifikasi sedemikian rupa agar mirip motor trail sesungguhnya.

Ironinya banyak yang asal asalan saja membuatnya. Bahkan terlihat sangat memaksakan agar bisa menjadi bentuk motor trail. Terkadang hanya asal kuat plus main las saja tanpa memperhitungkan sudut kemiringan rangka itu sendiri.

“Rangka motor udah diperhitungkan segala peruntukannya oleh pabrikan, termasuk juga motor special engine (SE) atau yang biasa digunakan untuk medan offroad. Jadi semua komponen dan sudutnya akan mempengaruhi satu sama lain” ujar Deru Okta, mekanik grasstrack kawakan asal Kota Banjar.

Faktanya, banyak motor yang dimodifikasi menjadi motor trail rata rata memiliki handling yang parah.  Terkadang terlihat tidak stabil pada kecepatan tinggi saat dijalur speed. Yang lebih parah, motor terlihat susah dikendalikan dan sering jatuh ketika melintasi tikungan.

Hal ini disinyalir karena perubahan rangka yang tidak sempurna dan asal asalan sehingga berimbas ketika berkendara dengan kecepatan tinggi.

“Sejatinya, frame atau rangka mempunyai fungsi yang sangat vital baik ditilik dari segi fungsi struktural dan geometrical” papar Deru.

Dari sudut fungsi struktural frame memperkokoh komponen motor seperti suspensi depan dan belakang serta posisi kemudi dan mesin itu sendiri. Kemudian ditinjau dari fungsi geometris, rangka sebagai tempat distribusi beban, menentukan jarak antar roda serta tempat transfer tenaga dan lengan ayun.

Jika ditinjau dari fungsinya, sudah jelas frame itu dibuat seakurat mungkin melalui perhitungan yang cermat. “Segala bentuk modifikasi frame harus melalui perhitungan yang cermat dan tepat. Perlu diperhitungkan juga posisi pusat gravitasi sepeda motor karena mempunyai pengaruh penting pada perilaku dinamis sepeda motor” tutur Ade Abdurahaman, pemilik bengkel ND Junior yang terbiasa bikin motor trail.

Posisi titik pusat gravitasi sendiri tergantung pada kuantitas dan distribusi massa dari masing-masing komponen sepeda motor (mesin, tangki, aki, roda, sok depan, rangka, dll). Karena mesin menjadi komponen yang paling berat atau sekitar 25% dari massa total motor, oleh sebab itu penempatannya pada rangka sangat mempengaruhi letak pusat gravitasi sepeda motor.

Rangka custom yang mengacu pada Honda CRF 230

“Jika ingin memodifikasi rangka sendiri, jangan ragu untuk mencari informasi detail tentang sudut rangka yang benar dari berbagai macam motor trail. Jika bisa, contoh saja sudut dan ukuran dari motor SE yang telah dibuat oleh pabrikan. Hasilnya pasti akan lebih maksimal” terang Ade yang lebih akrab disapa Nde ini.

Tak hanya itu saja, banyak juga modifikasi trail yang menggunakan bahan rangka asal asalan. Terkadang, bahan seperti pipa cor atau pipa ledeng biasa kerap dipakai sebagai bahan rangka motor. Tentunya ini akan membahayakan karena motor trail lebih ‘tersiksa’ dari pada motor yang dipakai dijalan aspal.

“Sebaiknya, untuk memodifikasi rangka ya gunakan bahan yang serupa. Misal pipa seamless yang serupa dipakai oleh pabrikan untuk membuat motor di Indonesia. Memang harganya lebih mahal, namun itu semua berpengaruh pada keamanan si pengendara nantinya” tutup Nde dengan pasti. (OC1)