Kamis, Juli 11, 2024
Beranda News Merawat Baju Balap Ala Pembalap Astra Honda

Merawat Baju Balap Ala Pembalap Astra Honda

Otocorner.com – Musim balap tahun 2020 masih rehat sejenak. Tapi para pembalap muda yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) selalu mempersiapkan diri.

Mulai dari kebugaran tubuh, mental, hingga pernik pendukung lain. Tak terkecuali, wearpack (baju balap) yang lama menggantung.

Baju balap menjadi salah satu hal penting yang harus dipersiapkan, sebagai antisipasi jika balapan kembali dihelat.

Karena lama tak dipakai, para pembalap punya trik atau cara khusus agar penutup tubuh tersebut tetap terawat, nyaman dan siap pakai, serta tentu saja bersih.

Herjun Atna Firdaus, pembalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, mengaku punya tiga jurus agar baju balapnya siap pakai setiap saat.

Selain menjemurnya setelah pemakaian, dia menyiapkan tempat penyimpanan khusus yang tidak lembab, dengan harapan jamur menjauh.

”Saya juga selalu menyemprotnya dengan pewangi,” ucap Herjun yang tahun ini terjun di Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas Asia Production (AP) 250 itu.

Cara yang lebih kompleks dilakukan Lucky Hendriansya. Pembalap yang juga turun di ARRC kelas AP250 tersebut rajin melakukan beberapa hal terkait wearpack.

Menjadi kebiasaan pemuda asal Sidrap, Sulawesi Selatan itu untuk tak mencuci baju balap. Dia hanya membersihkannya menggunakan lap basah setelah pemakaian.

”Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Setelah itu di simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembab,” jelas Lucky.

Trik hampir sama dilakukan Rheza Danica Ahrens, pembalap yang tahun ini masih turun di kelas SS600 ajang ARRC.

Langkah pertama yang selalu dilakukannya terkait perawatan baju balap adalah sebisa mungkin mengeringkan bagian dalam yang terkena keringat.

Bisa dengan cara didiamkan atau dijemur, atau bisa juga dengan memberi semprotan angin bertekenan tinggi.

Langkah lain yang membedakan cara Rheza dengan yang lain adalah membersihkan bagian luar yang berbahan kulit dengan bahan khusus agar debu atau jamur tak menempel. Caranya bisa dengan dilap atau disikat pelan.

”Setelah semua proses itu, kalau tidak dipakai lama seperti saat ini, saya selalu memberinya pelembab agar bagian kulit tetap lentur saat akan dipakai. Nah, bagian dalamnya setelah kering disemprot dengan pewangi dan anti bakteri,” ujar Rheza. (Sheva)

Oto Cornerhttps://otocorner.com
media otomotif indonesia, mengulas tentang berbagai hal mengenai otomotif di indonesia.

Most Popular

Holiday offroader trail Pangandaran 2024, diikuti 1500 offroader se-Indonesia (15/6)

Otocorner.com – Ada yang menarik pada gelaran Holiday Offroader Trail (HOT) 2024 yang dilaksanakan di Pantai barat Pangandaran. Lokasi yang biasanya hanya diisi wisatawan...

Jelang Biker Rendezvous 2 Pangandaran (20 Juli 2024)

Otocorner.com - Setelah sukses dengan gelaran pertamanya, Semprul yang digawangi oleh Susilo Nandang bagio SH, MH, seorang tokoh Otomotif dari kota Bandung, Jawa Barat...

32 tahun Anniversary Nusakambangan scooter club Cilacap, Pererat Tali Persaudaraan

Otocorner.com - Merayakan hari jadinya yang ke 32 tahun, komunitas Nusakambangan Scooter Club (NSC) Cilacap menggelar acara tasyakuran bersama. Dalam acara berbagi kebahagiaan ini, NSC...

Program Spesial Yamaha YZ Series, Dukung Hobi di Lintasan Offroad

 Otocorner.com - Line up trail Yamaha yang semakin digemari dan mempengaruhi perkembangan kegiatan offroad yang dijalani para penghobinya maupun pembalap profesional. Merespon tren positif tersebut,...

Recent Comments